Rabu, 02 Desember 2009

Menulis, asyik gitu, loh...(5)


Satu tema


Yang perlu Anda ingat, sebuah artikel pada dasarnya menyampaikan satu tema, bahkan cenderung menyempit. Hanya membahas satu subtema. Akan tetapi, pendekatannya bisa dari berbagai sudut tinjauan.
Dalam menulis, sejak dari kalimat pertama sampai kalimat penutup jangan ada kesan bahwa penulis hendak memaksakan pandangannya, seolah-olah apa yang hendak disampaikan bersifat mutlak.
Kecendekiawanan atau sikap ilmiah bukan karena penulis menggunakan setumpuk istilah-istilah ilmiah, tetapi dalam cara menyampaikan argumentasi dan dalam mengambil kesimpulan. Artikel atau opini mengambarkan tingkat peradaban dan karakter penulis. Cita rasa bahasa yang tinggi sangat penting jadi milik penulis artikel/opini. Kalau Anda ragu dengan sebuah kata atau istilah, bukalah kamus. Untuk itu, penting Anda memiliki Kamus Umum Bahasa Indonesia, Tesaurus Bahasa Indonesia, Kamus Istilah, Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar, Pedoman Pembentukan Istilah, Pengindonesiaan Kata dan Ungkapan Asing, dan banyak buku sejenis.
Kemudian, fakta dan data yang Anda tampilkan dalam tulisan jangan keliru, jangan salah kutip. Sumbernya harus jelas. Kalau dapat, usahakan tampilkan data mutakhir. Untuk mencari data ini, Anda bisa akses internet. Sebab, kalau data di buku-buku umumnya tidak mutakhir lagi. Banyak sumber data yang bisa Anda jajaki atau kunjungi.
Selesai menulis sebuah artikel, jangan buru-buru dikirim. Baca ulang dua-tiga kali. Bila dirasakan masih ada yang kurang, revisi lagi dan buatlah yang terbaik. Bila sudah merasa sempurna, minta pendapat satu-dua orang teman sejawat tentang Artikel yang Anda tulis. Kalau ada saran dan masukan darinya, terima dengan suka cita dan pertimbangkan. Jika perlu tulis ulang lagi dengan menambahkan masukan, saran dan data tambahan tadi. Usai itu, minta juga masukan, artikel yang Anda tulis dikirim ke media mana baiknya? Kalau proses ini Anda lakukan, saya yakin, tulisan Anda bakalan jarang ditolak redaksi.
Suatu tulisan jangan dikirim ke banyak media, dengan sistem untung-untungan, dengan pikiran: terserah, media mana yang duluan memuat. Kalau sudah dimuat, baru tulisan yang sama di media lain, minta Anda batalkan. Ini sikap yang kurang beretika. Apalagi kalau satu tulisan Anda sampai dimuat di dua media, Anda bakalan diberi sanksi, mungkin masuk daftar hitam.Harusnya, jika media yang Anda tuju menolak tulisan Anda, maka peluang dimuat ada pada media lain. Media yang profesional akan mengabari Anda apa tulisan Anda diterima atau ditolak, atau diterima dengan sejumlah catatan, mungkin tulisan diminta agar dimampatkan, dikurangi sekian ratus kata, misalnya. Kalau ditolak, pasti redaksi memberikan alasannya. (bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar