Rabu, 02 Desember 2009

Mencoba ikut lomba


Kesempatan tidak selalu ada. Di balik kesempatan itu sebenarnya ada peluang. Ya, kalau ada kesempatan lomba, yakin ada peluang juara. Saya tidak terlalu sering ikut lomba dan ngotot harus ikut. Pengalaman selama ini, ikut lomba kalau lagi ada ide dan gagasan. Dan anehnya, saya selalu ikut --mengirimkan karya, pada saat atau menjelang lomba ditutup.

Baik lomba foto maupun lomba tulisan, serta lomba cipta puisi, dan lomba karikatur. Setiap lomba itu, selalu ada keyakinan "pasti menang", terserah juara berapa. Pokoknya optimistis. Dan ternyata, hasilnya tak sia-sia benar. Boleh dikata, 90 persen lomba yang diikuti, pasti salah satu gelar juara saya raih. Ya, alhamdulillah.

Ada juga yang tak diikutsertakan, maksudnya tidak sengaja dikirim, kecuali hasil pantauan panitia lomba, tiba-tiba terpilih juga jadi juara. Terakhir, tulisan saya di kompas.com tentang gizi (judul Gizi Buruk Ancam 4 Juta Anak Indonesia (tayang 11 Agustus 2008, di rubrik kesehatan/ibu dan anak) terpilih sebagai tulisan terbaik versi PT Nestle Indonesia. Ya, alhamdulillah.

Baru-baru ini, sehari menjelang penutupan lomba artikel bertema "Ciptakan Bumi yang Lebih Baik" yang diadakan Mal Ciputra, saya kembali menjajal kehebatan dan kekuatan gagasan. Tulisan yang saya buat berjudul "Peduli Bumi, Solusi Kemiskinan".

Surat undangan dari panitia untuk menghadiri pengumuman pemenang hari Jumat, 4 Desember 2009, hari Rabu (2/4) sudah di tangan. Sedari awal, saya yakin meraih juara. Semoga prediksi saya tidak meleset. Boleh, toh, punya keyakinan seperti itu? Itu bukan sebuah kesombongan, tapi percaya diri. Ya, itulah modal yang selama ini dan sampai kapan pun, saya punyai dan jadi motivasi menjalani profesi sebagai penulis dan wartawan.

Saya janji, kalau juara, tulisannya akan saya tampilkan kelak.


Jakarta, 2 Desember 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar