Senin, 08 Februari 2010
















Anak-anak Bermain Tanah, Akhirnya Jadi Keramik Lucu…

Oleh YURNALDI

Sekarung tanah liat, Minggu (10/1) di Pasar Seni Ancol, Jakarta, jadi rebutan puluhan anak. Untung saja mereka tak saling berkelahi. Mereka tertib dan antre mengambil tanah liat seperlunya. Lalu mengambil posisi duduk di bangku-bangku panjang yang disediakan.
Tangan anak-anak yang mungil itu semula tampak kaku. Belum jelas benar tanah itu mau diapakan. Ada yang menggulung tanah, ada yang memipihkannya, ada pula yang mencoba menaruhnya di meja berpusing mekanik dan atau elektrik. Lambat-laun mereka seperti telah menyelesaikan sesuatu.
Mereka berhasil mengeksploitasi tanah liat menjadi karya seni. Ada vas bunga berbentuk kepala orang. Ada teko, ada bunga, dan banyak bentuk lainnya. Unik dan menarik. Sulit menghentikan mereka. Selesai satu keramik, mereka buat lagi bentuk lain. Baju kotor dengan tanah liat, mereka tak hirau. Anak-anak seperti menemukan minat barunya.
“Aku suka melukis, tapi membuat keramik baru kali ini mencoba. Senang dan mengasyikkan,” kata Aura Nabila Yuranda, murid kelas IV SDI Al-Azhar Kembangan. Dalam tempo setengah jam, selesai membuat vas bunga bergambar kepala orang.
Kakaknya, yang duduk di bangku kelas VII SMP Al Azhar, Kembangan, juga membuat keramik menurut kata hatinya sendiri. Sejumlah anak-anak yang lain asyik mengerjakan keramik, setelah terus dimotivasi seniman keramik senior Sri Hartono (75).
“Ayo anak-anak….jangan meniru. Buatlah bentuk sesuka hatimu….hasilnya pasti bagus,” ujar Sri Hartono.
Mendengar itu, anak-anak jadi semangat. Anak-anak lain yang semula belum berani membuat keramik, akhirnya mencoba mengambil sebongkah kecil tanah liat dan duduk di kursi. Ditemani orangtuanya, anak-anak terlihat begitu mandiri. Berani. Umumnya, mereka buat keramik adalah untuk kali pertama.
Juru bicara Ancol Taman Impian, Nicke Putri mengatakan, membuat keramik untuk kalangan yang berminat, terutama anak-anak, di Pasar Seni Ancol sebagai rangkaian Pameran Keramik Internasional bertajuk Jakarta Contemporary Ceramic Biennale yang Pertama, di North Art Space (NAS).
“Kami tak mengira, anak-anak begitu antusias ingin mencoba dan ternyata ia bangga dengan kreasi keramiknya sendiri. Mungkin ini salah satu jalan untuk meningkatkan apresiasi terhadap seni keramik,” ujar Nicke, yang anak semata wayangnya juga asyik membuat keramik.
Secara terpisah, Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Budi Karya Sumadi mengatakan, pameran keramik dan workshop keramik untuk menggalakkan apresiasi seni keramik.
“Besar harapan kami, Biennale keramik kontemporer bisa menggugah dan mendorong karya cipta keramik, baik dalam konteks perkembangan seni rupa, perkembangan industri kerajinan, maupun pengenalan kepada anak-anak,” jelasnya.
Pameran keramik berlangsung hingga tanggal 20 Januari mendatang. Hari Minggu (17/1) mendatang, anak-anak bisa membuat keramik lagi di Pasar Seni Ancol.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar